UNSUR – UNSUR PENELITIAN
Apabila peneliti ingin meramalkan, menjelaskan dan memahami suatu fenomena, maka peneliti harus mengetahui dan memahami dengan tepat istilah-istilah seperti : konsep, konstruk, proposisi, variabel, teori, kerangka berpikir, hipotesis, dan definisi operasional.
A. Konsep
Konsep yaitu abstraksi mengenai fenomena yang dirumuskan atas dasar generalisasi dari sejumlah karakteristik kejadian, keadaan, kelompok atau individu tertentu. Sedangkan yang dimaksud abstraksi adalah proses menarik intisari dari ide-ide, hal-hal, benda-benda, maupun gejala sosial yang khusus.
Pada dasar konsep berawal dari fakta yang diserap melalui indera, direkam oleh otak untuk diperjelas kembali disebut konsep abstrak. Konsep yang diabstraksikan dengan nama atau symbol disebut konsep nyata. Konsep nyata yang dijelaskan melalui kata-kata yang dibatasi biasa disebut definisi. Definisi yang dijelaskan secara komprehensif disebut pengertian.
Jadi konsep merupakan dasar untuk menghubungkan antara dunia teori dengan observasi, antara abstraksi dan realita. Dalam penelitian sosial peranan konsep menjadi penting karena “realitas” sosial yang menjadi perhatian ilmu sosial yang banyak tidak bisa ditangkap oleh panca indra manusia sehingga sering timbul masalah dalam pengukuran konsep tersebut.
Contoh: Konsep “Pendapatan”, konsep ini sederhana, namun bila ditanyakan dapat diperoleh jawaban yang bervariasi.
B. Konstruk
Konstruk yaitu merupakan suatu bayangan atau ide yang diciptakan untuk suatu penelitian dan atau mengembangkan teori yang dikehendaki. Sebenarnya tidak ada batasan pengertian yang jelas antara konsep dan konstruk.
Konstruk lebih kompleks dibandingkan dengan konsep karena konstruk dibangun dengan mengkombinasikan konsep-konsep yang lebih sederhana, terutama jika ide atau image kita dimaksudkan untuk menyampaikan subjek yang tidak secara langsung diobservasi, contoh: konstruk “opini kerja” sedangkan contoh konsep “pekerja.
C. Proposisi
Menurut Manasse Malo (1986), proposisi adalah suatu penyataan yang terdiri atas satu atau lebih dari satu konsep atau lebih dari satu konsep atau variabel. Oleh karena proposisi yang hanya terdiri dari satu konsep atau variabel lazimnya disebut proposisi bivariat. Sedangkan suatu proposisi yang menyangkut hubungan di antara lebih dua konsep lazimnya disebut proposisi yang multivariat.
D. Variabel
Menurut Hatch & Farhady (1981) mengemukakan bahwa variabel adalah sebagai atribut dari seseorang atau objek yang mempunyai variasi antara satu orang dengan lain atau objek dengan objek lain.
Menurut Kerlinger (1973) menyatakan bahwa variabel adalah konstruk (construct) atau sifat yang akan dipelajari. Tingkat aspirasi, penghasilan, tingkat penghasilan, tingkat pendidikan, status sosial, jenis kelamin, produktivitas kerja, motivasi kerja dan lain-lain.
E. Teori
Menurut Karlinger (1973) teori adalah seperangkap konstruk (konsep), definisi, dan proposisi untuk menerangkan suatu fenomena sosial secara sistematis dan hubungan antar variabel dengan tujuan untuk menjelaskan fenomena tersebut.
Sedangkan teori menurut Babbie (1983) teori adalah penjelasan sistematis tentang suatu fakta dan atau hukum yang berhubungan dengan aspek kehidupan. Pandangan lainnya menyatakan bahwa teori adalah generalisasi beberapa pernyataan, yang merupakan ringkasan sebuah tindakan nyata atau yang dianggap nyata, tentnag sesuatu perangkat variabel, oleh David E. Apter (1977).
Fungsi teori :
1. Sebagai identifikasi awal dari permasalahan penelitian dengan menampilkan kesenjangan, bagian-bagian yang lemah dan ketidaksesuaiannya dengan penelitian terdahulu dan memberikan alasan perlunya penelitian.
2. Untuk mengumpulkan semua konstruk, atau konsep yang berkaitan dengan topik penelitian dengan pertanyaan yang terinci sebagai pokok masalah penelitian.
3. Untuk menampilkan hubungan atau variabel dapat dibandingkan dengan hasil-hasil penelitian dengan temuan-temuan terdahulu.
F. Kerangka Berpikir
Uma Sekaran (1992), mengemukakan bahwa, kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang urgen.
Pada dasarnya kerangka berpikir adalah penjelasan sementara terhadap gejala yang menjadi objek permasalahan penelitian. Kerangka berpikir disusun berdasarkan tinjauan Pustaka dan hasil penelitian yang relevan. Kerangka berpikir merupakan argumentasi kita dalam merumuskan hipotesis, maka argumentasi kerangka berpikir menggunakan logika deduktif (metode kuantitatif) dengan memakai pengetahuan ilmiah sebagai premis-premis dasarnya.
G. Hipotesis
Hipotesis yaitu suatu kesimpulan sementara, tetapi kesimpulan itu belum final, masih harus dibuktikan kebenarannya atau hipotesis adalah suatu jawaban sementara atau dugaan sementara dimana ada kemungkinannya benar dan juga kemungkian salah.
Jenis hipotesis:
1. Hipotesis deskriptif yaitu merupakan hipotesis yang secara khusus menyatakan keberadaan ukuran, bentuk atau distribusi suatu variabel.
2. Hipotesis relasional yaitu merupakan suatu hipotesis yang menggambarkan hubungan antar variabel.
Peranan hipotesis :
1. sebagai pedoman dalam melaksanakan penelitian
2. Dengan hipotesis arah penelitian dapat lebih jelas, variabel apa yang dibutuhkan, bagaimana mengukur dan menganalisa.
3. Dengan membuat hipotesis, akan diketahui informasi apa yang relevan untuk bahan kajian dan mana yang tidak.
4. hipotesis akan memudahkan dalam membuat desain penelitan.
5. Hipotesis membantu peneliti untuk membuat rancangan kesimpulan sebagai hasil akhir suatu penelitian.
Syarat-syarat hipotesis :
1. Hipotesis harus sesuai dengan maksud dan tujuan penelitian.
2. Hipotesis yang dirumuskan harus bisa diuji dengan data empiris.
3. Hipotesis harus tidak terlalu banyak membutuhkan asumsi.
H. Definisi Operasional
Definisi yang paling dikenal dalam metode penelitian adalah definisi operasional adalah merupakan suatu pernyataan dalam bentuk yang khusus dan merupakan kriteria yang bisa diuji secara empiris.
Definisi operasional, merupakan suatu elemen penelitian yang memberitahukan bagaimana caranya mengukur suatu variabel dengan kata lain semacam petunjuk pelaksanaan bagaimana cara mengukur variabel. Definisi operasional adalah suatu informasi ilmiah yang amat membantu peneliti lain yang ingin menggunakan variabel yang sama. Dari informasi tersebut dia akan mengetahui bagaimana caranya mengukur atas variabel itu lakukan. Dengan demikian dia dapat menentukan apakah prosedur pengukuran yang sama akan dilakukan atau diperlukan prosedur pengukuran yang baru.
Sumber Referensi :
Pasolong,Harbani.2020.Metode Penelitian Administrasi Publik.Alfabeta. Bandung
Komentar
Posting Komentar